Diversifikasi Portfolio: Strategi Jitu Melindungi Investasi dari Risiko Kerugian
Pernahkah Anda mendengar pepatah "jangan taruh semua telur dalam satu keranjang"?
Surat Utang & Fixed Income
Eksplorasi dunia investasi obligasi, dari obligasi pemerintah hingga korporasi. Pahami cara kerja, risiko, dan potensi imbal hasil dari instrumen pendapatan tetap.
Minimum Investasi
Estimasi Return (per tahun)
Tingkat Risiko
Likuiditas
Pelajari berbagai aspek penting dalam investasi Obligasi
Obligasi ritel dari pemerintah Indonesia
Surat utang dari perusahaan swasta
Obligasi syariah yang sesuai prinsip Islam
Maksimalkan pendapatan tetap Anda
19 artikel tersedia
Pernahkah Anda mendengar pepatah "jangan taruh semua telur dalam satu keranjang"?
Pernahkah Anda membeli obligasi dan bingung berapa sebenarnya keuntungan yang Anda dapatkan? Angka yield 7% yang tertera ternyata bukan keuntungan sesungguhnya yang masuk ke kantong Anda.
Ketika Bank Indonesia mengumumkan kenaikan suku bunga, pasar obligasi langsung bereaksi dan tidak selalu positif. Bagi sebagian investor, ini adalah momen yang menakutkan karena nilai portofolio mereka bisa turun dalam sekejap.
Pernahkah Anda merasa khawatir dana investasi obligasi Anda terkunci terlalu lama dan tidak bisa diakses saat dibutuhkan? Atau bingung bagaimana cara mendapatkan pendapatan rutin dari obligasi tanpa harus melikuidasi seluruh portofolio?
Pernahkah Anda mendengar istilah "obligasi" dan merasa ini hanya untuk orang kaya atau investor profesional? Faktanya, obligasi adalah salah satu instrumen investasi paling stabil yang bisa diakses oleh semua kalangan.
Pernahkah Anda mendengar istilah SBN tetapi bingung apa sebenarnya produk investasi ini? Surat Berharga Negara atau SBN adalah instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah Indonesia dengan imbal hasil menarik dan risiko minimal.
Pernahkah Anda mendengar istilah obligasi tetapi bingung bagaimana cara kerjanya? Banyak investor pemula yang melewatkan peluang investasi obligasi karena menganggapnya terlalu rumit atau membosankan.
Pernahkah Anda merasa portofolio investasi yang awalnya sudah tersusun rapi tiba-tiba menjadi tidak seimbang? Salah satu saham tumbuh pesat hingga 60% dari total aset, sementara investasi lainnya tertinggal.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa dua investor dengan dana yang sama bisa mendapatkan hasil yang sangat berbeda? Jawabannya terletak pada strategi asset allocation atau alokasi aset yang mereka gunakan.
Dapatkan panduan lengkap dan tips eksklusif langsung ke inbox Anda. Bergabung dengan ribuan investor cerdas lainnya!
Jelajahi berbagai jenis investasi lainnya