Pernahkah Anda mengalami kerugian dalam trading karena masuk atau keluar di waktu yang salah? Atau mungkin Anda sering panik saat harga bergerak tidak sesuai harapan? Inilah mengapa 90% trader pemula gagal: mereka tidak memiliki entry dan exit rules yang jelas dan disiplin dalam menjalankannya.
Entry dan exit rules adalah pondasi kesuksesan trading yang sering diabaikan. Tanpa aturan yang jelas, trading Anda hanya mengandalkan emosi dan keberuntungan semata. Dalam artikel komprehensif ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana menentukan kapan harus masuk pasar, kapan harus keluar dengan profit, dan kapan harus cut loss untuk melindungi modal Anda dari kerugian besar.
Mengapa Entry dan Exit Rules Sangat Penting dalam Trading?
Bayangkan Anda mengendarai mobil tanpa mengetahui kapan harus menginjak gas dan kapan harus mengerem. Itulah gambaran trading tanpa entry dan exit rules yang jelas. Aturan masuk dan keluar ini bukan sekadar teori, melainkan sistem yang akan menyelamatkan modal Anda dari kerugian besar.
Entry rules menentukan kondisi spesifik kapan Anda membuka posisi trading, sementara exit rules mengatur kapan Anda menutup posisi baik untuk mengambil keuntungan (take profit) maupun membatasi kerugian (stop loss).
Manfaat Memiliki Entry dan Exit Rules yang Jelas
Memiliki aturan trading yang sistematis memberikan beberapa keuntungan signifikan:
- Mengurangi emosi dalam trading – Keputusan berdasarkan sistem, bukan fear atau greed
- Konsistensi hasil – Anda tahu persis apa yang berhasil dan tidak
- Money management yang lebih baik – Risiko terukur di setiap transaksi
- Evaluasi performa – Mudah menganalisis kesalahan dan memperbaiki strategi
- Mental trading yang lebih stabil – Tidak stres karena sudah ada rencana
Tips Penting: Trader profesional tidak lebih pintar dari trader pemula, mereka hanya lebih disiplin dalam menjalankan sistem trading mereka.
Menurut data dari berbagai broker dan institusi finansial, trader yang memiliki trading plan dengan entry dan exit rules yang jelas memiliki tingkat profitabilitas 3-4 kali lebih tinggi dibanding trader yang trading secara impulsif.
Komponen Dasar Entry Rules yang Efektif
Entry rules yang baik harus spesifik, terukur, dan dapat diulang (repeatable). Berikut adalah komponen-komponen yang harus ada dalam entry rules Anda:
1. Konfirmasi Trend
Langkah pertama sebelum masuk pasar adalah mengidentifikasi arah trend. Ada pepatah terkenal dalam trading: “The trend is your friend”. Trading melawan trend seperti berenang melawan arus, bisa saja berhasil, tapi sangat menguras energi dan berisiko tinggi.
Cara mengidentifikasi trend:
- Higher Highs dan Higher Lows untuk uptrend
- Lower Highs dan Lower Lows untuk downtrend
- Moving Average – Harga di atas MA 50/200 = uptrend, di bawah = downtrend
- Trendline – Garis support yang naik atau resistance yang turun
2. Indikator Teknikal Pendukung
Jangan hanya mengandalkan satu indikator. Gunakan kombinasi beberapa indikator untuk konfirmasi yang lebih kuat. Berikut kombinasi yang populer:
| Jenis Strategi | Indikator Utama | Indikator Konfirmasi | Timeframe |
|---|---|---|---|
| Trend Following | MA 50/200 | MACD, RSI | Daily/H4 |
| Breakout | Support/Resistance | Volume, Bollinger Bands | H1/H4 |
| Reversal | RSI, Stochastic | Candlestick Pattern | H1/Daily |
| Scalping | EMA 9/21 | Volume Profile | M5/M15 |
3. Konfirmasi Multiple Timeframe
Salah satu kesalahan trader pemula adalah hanya melihat satu timeframe. Profesional selalu mengecek minimal 3 timeframe:
- Timeframe besar (Daily/Weekly) – Menentukan trend utama
- Timeframe trading (H1/H4) – Mencari setup entry
- Timeframe kecil (M15/M30) – Timing entry yang presisi
Contoh konkret: Jika Anda trading di H1, cek trend di Daily (apakah uptrend?), lalu cari setup di H1, dan tentukan entry presisi di M15.
4. Level Support dan Resistance
Support dan resistance adalah zona psikologis di mana banyak trader mengambil keputusan. Entry yang baik biasanya terjadi di dekat level-level ini:
- Buy dekat support dalam uptrend
- Sell dekat resistance dalam downtrend
- Breakout saat harga menembus level dengan volume tinggi
- Retest setelah breakout untuk entry yang lebih aman
5. Konfirmasi Volume
Volume adalah bahan bakar pergerakan harga. Entry tanpa volume seperti mobil tanpa bensin, tidak akan kemana-mana.
Aturan volume:
- Breakout harus disertai volume tinggi (minimal 1.5x rata-rata)
- Volume meningkat saat harga bergerak searah trend
- Volume menurun saat harga konsolidasi atau pullback
Entry Rules untuk Berbagai Strategi Trading
Setiap strategi trading memiliki entry rules yang berbeda. Berikut adalah panduan lengkap untuk strategi populer:
Strategi Trend Following
Entry Rules:
โ
Konfirmasi trend di timeframe lebih besar (Daily uptrend)
โ
Tunggu pullback ke MA 20 atau 50 di timeframe trading
โ
Candle bullish reversal (bullish engulfing, hammer)
โ
RSI bounce dari level 40-50 (dalam uptrend)
โ
MACD mulai crossing ke atas
โ
Entry saat candle close di atas MA
Contoh konkret: Saham BBCA dalam uptrend di Daily. Harga pullback ke MA 20 di H4, muncul candle hammer, RSI di 45, MACD mulai crossing bullish. Entry: Buy saat candle berikutnya close di atas MA 20.
Strategi Breakout
Entry Rules:
โ
Identifikasi area konsolidasi/sideways minimal 10-20 candle
โ
Tentukan level resistance (untuk buy) atau support (untuk sell)
โ
Tunggu candle close di atas/bawah level dengan gap minimal 0.5-1%
โ
Volume harus 1.5x lebih tinggi dari rata-rata
โ
Entry di candle berikutnya atau saat retest level
Contoh konkret: Saham GOTO sideways 2 minggu di range 50-55. Breakout di 56 dengan volume 2x rata-rata. Entry: Buy di 56.5 atau tunggu retest ke 55 (bekas resistance jadi support).
Strategi Reversal
Entry Rules:
โ
Harga di area overbought (RSI > 70) atau oversold (RSI < 30)
โ
Divergence antara harga dan indikator (RSI/MACD)
โ
Candlestick reversal pattern (doji, shooting star, hammer)
โ
Di level support/resistance mayor
โ
Konfirmasi dengan candle berikutnya
Peringatan: Strategi reversal paling berisiko karena melawan trend. Gunakan stop loss ketat dan jangan all-in!
Strategi Support Resistance
Entry Rules:
โ
Identifikasi level S/R yang tertest minimal 2-3 kali
โ
Buy setup: Harga di support + candle bullish + volume meningkat
โ
Sell setup: Harga di resistance + candle bearish + volume meningkat
โ
Entry setelah konfirmasi candle close
โ
Stop loss di bawah support (buy) atau di atas resistance (sell)
Exit Rules: Kapan Harus Keluar dari Posisi?
Exit rules sama pentingnya dengan entry rules. Banyak trader yang sudah benar dalam entry, tapi gagal profit karena tidak tahu kapan keluar. Ada dua jenis exit: take profit (keluar dengan untung) dan stop loss (keluar dengan rugi terbatas).
Take Profit Rules yang Efektif
1. Risk-Reward Ratio (RR Ratio)
Ini adalah metode paling umum dan profesional. Tentukan target profit berdasarkan risiko yang Anda ambil.
Formula: Jika stop loss 2%, target profit minimal 4% (RR 1:2) atau 6% (RR 1:3)
Contoh:
- Entry: Rp 1.000
- Stop loss: Rp 980 (risiko 2%)
- Take profit 1:2: Rp 1.040 (profit 4%)
- Take profit 1:3: Rp 1.060 (profit 6%)
Rule of Thumb: Trader profesional minimal menggunakan RR 1:2. Artinya, profit harus 2x lipat dari risiko.
2. Level Teknikal
Gunakan support/resistance sebagai target profit:
- Buy trade: Target di resistance terdekat
- Sell trade: Target di support terdekat
- Breakout: Target = tinggi pola x 1 (untuk konservatif) atau x 2 (untuk agresif)
3. Trailing Stop
Metode ini mengikuti pergerakan harga agar profit terus bertambah:
- Manual trailing: Naikkan stop loss setiap kali harga naik (untuk buy)
- ATR trailing: Gunakan Average True Range sebagai jarak
- MA trailing: Stop loss di bawah MA 20 atau 50
Contoh: Entry buy di 1.000, target 1.100. Saat harga 1.050, naikkan stop loss ke 1.020 (break even + 2%). Saat 1.080, naikkan ke 1.050. Jika harga reverse, Anda tetap profit 5%.
4. Partial Exit
Strategi untuk mengambil profit bertahap:
- 30% profit di target pertama (RR 1:1)
- 40% profit di target kedua (RR 1:2)
- 30% sisanya di target ketiga (RR 1:3) atau trailing stop
Stop Loss Rules: Melindungi Modal Anda
Stop loss adalah insurance dalam trading. Tidak ada trader profesional yang trading tanpa stop loss.
1. Persentase Modal
Metode paling sederhana: tentukan maksimal kerugian per trade.
- Konservatif: 1% dari modal per trade
- Moderat: 2% dari modal per trade
- Agresif: 3-5% dari modal per trade (tidak disarankan untuk pemula)
Contoh: Modal Rp 100 juta, risk 2% = maksimal loss Rp 2 juta per trade.
2. Stop Loss Teknikal
Tempatkan stop loss berdasarkan struktur chart:
| Strategi | Posisi Stop Loss |
|---|---|
| Buy di support | 1-2% di bawah support |
| Sell di resistance | 1-2% di atas resistance |
| Breakout buy | Di bawah level breakout |
| Trend following | Di bawah swing low terakhir |
3. ATR-Based Stop Loss
Average True Range mengukur volatilitas. Stop loss berbasis ATR menyesuaikan dengan pergerakan instrumen.
Formula: Stop loss = Entry price – (ATR x 2) untuk buy
Contoh: Entry 1.000, ATR = 15. Stop loss = 1.000 – (15 x 2) = 970.
4. Time-Based Stop Loss
Keluar dari posisi jika target tidak tercapai dalam waktu tertentu:
- Day trading: Close semua posisi sebelum market close
- Swing trading: Exit jika tidak profit dalam 3-5 hari
- Position trading: Review setiap minggu, exit jika setup berubah
Kapan Harus Cut Loss dengan Cepat?
Ada situasi di mana Anda harus keluar lebih cepat dari stop loss yang direncanakan:
- Setup berubah – Misal, trend berubah arah sebelum target tercapai
- Berita fundamental negatif – Suspend, delisting, skandal perusahaan
- Volume tiba-tiba drop – Tidak ada buyer/seller, susah exit nanti
- Gap down/up ekstrem – Harga gap melewati stop loss Anda
- Market crash – Kondisi pasar sangat bearish, keluar dulu, analisa kemudian
Prinsip Emas: “Cut your losses short, let your profits run.” Artinya, cepat cut loss tapi biarkan profit berkembang dengan trailing stop.
Money Management dan Position Sizing
Entry dan exit rules tidak lengkap tanpa money management yang baik. Ini menentukan berapa banyak Anda akan investasikan per trade.
Formula Position Sizing
Formula dasar:
Position Size = (Modal x Risk%) / (Entry Price - Stop Loss Price)
Contoh perhitungan:
- Modal: Rp 100 juta
- Risk tolerance: 2% = Rp 2 juta
- Entry price: Rp 1.000
- Stop loss: Rp 980 (risiko per saham = Rp 20)
- Position size = 2.000.000 / 20 = 100.000 saham
- Total investasi = 100.000 x 1.000 = Rp 100 juta
Rules Money Management
- Maksimal 2-3% risk per trade – Jangan pernah lebih!
- Maksimal 3-5 posisi aktif sekaligus – Untuk diversifikasi tapi tetap fokus
- Maksimal 20-25% portfolio per sektor – Hindari konsentrasi risiko
- Reserve 20-30% cash – Untuk averaging atau opportunity baru
- No averaging down – Jangan tambah posisi yang rugi tanpa alasan teknikal kuat
Tabel Money Management Berdasarkan Modal
| Modal Trading | Risk Per Trade (2%) | Max Posisi | Position Size (contoh) |
|---|---|---|---|
| Rp 10 juta | Rp 200.000 | 3 | Rp 3-5 juta/posisi |
| Rp 50 juta | Rp 1.000.000 | 4 | Rp 10-15 juta/posisi |
| Rp 100 juta | Rp 2.000.000 | 5 | Rp 20-30 juta/posisi |
| Rp 500 juta | Rp 10.000.000 | 5-7 | Rp 70-100 juta/posisi |
Contoh Entry dan Exit Rules Lengkap untuk Pemula
Berikut adalah template entry dan exit rules yang bisa langsung Anda gunakan:
Setup 1: Trend Following (Saham/Crypto)
ENTRY RULES:
โ
Daily chart dalam uptrend (harga di atas MA 50)
โ
Pullback ke MA 20 di H4
โ
RSI H4 bounce dari area 40-50
โ
Muncul candle bullish (close di atas MA 20)
โ
Volume lebih tinggi dari rata-rata 10 hari
โ
MACD mulai crossing bullish atau sudah di atas signal line
โ
Entry: Buy di candle berikutnya setelah semua konfirmasi terpenuhi
EXIT RULES:
- Stop Loss: 2% di bawah swing low atau 3% di bawah entry (pilih yang lebih dekat)
- Take Profit 1: 4% (RR 1:2) – Close 50% posisi
- Take Profit 2: 6-8% (RR 1:3-1:4) – Close 30% posisi
- Trailing Stop: 20% sisanya dengan trailing 2% di bawah harga tertinggi
- Time Exit: Jika tidak profit 4% dalam 5 hari trading, review ulang setup
MONEY MANAGEMENT:
- Risk maksimal: 2% dari total portfolio
- Maksimal 4 posisi berbeda sektor
Setup 2: Breakout Strategy (Saham Blue Chip)
ENTRY RULES:
โ
Identifikasi pola konsolidasi minimal 15 hari trading
โ
Resistance level tertest minimal 2 kali
โ
Candle close di atas resistance dengan gap minimal 1%
โ
Volume breakout minimal 1.5x rata-rata volume 20 hari
โ
RSI belum overbought (masih di bawah 70)
โ
Entry: Buy di candle setelah breakout atau saat retest (maksimal 2 hari)
EXIT RULES:
- Stop Loss: Di bawah level breakout (bekas resistance), minus 1-1.5%
- Take Profit: Tinggi pola konsolidasi x 1.5, diukur dari level breakout
- Alternative TP: Resistance mayor berikutnya
- Trailing Stop: Setelah profit 5%, trailing 3% dari high
- Time Exit: Jika retest gagal (harga kembali masuk pola), cut loss
MONEY MANAGEMENT:
- Risk maksimal: 2% dari modal
- Fokus di saham LQ45 dengan volume tinggi
Setup 3: Support Resistance Bounce (Day Trading)
ENTRY RULES:
โ
Identifikasi support yang tertest minimal 3 kali
โ
Harga mendekati support (maksimal 0.5% di atasnya)
โ
RSI M15 oversold (di bawah 30) atau mulai rebound
โ
Muncul candle reversal: hammer, bullish engulfing, atau morning star
โ
Volume pada candle reversal meningkat
โ
Entry: Buy di candle berikutnya dengan konfirmasi (close di atas high candle reversal)
EXIT RULES:
- Stop Loss: 1% di bawah support atau 1.5% dari entry (yang lebih dekat)
- Take Profit: Resistance terdekat atau mid-range (50% dari support ke resistance)
- Scalp Exit: Jika profit 2-3% tercapai dalam 1-2 jam, consider untuk close
- Time Exit: Close semua posisi 30 menit sebelum market close (13:30 WIB)
MONEY MANAGEMENT:
- Risk maksimal: 1% per trade (day trading lebih ketat)
- Maksimal 3 posisi sekaligus
- Maksimal 5 trade per hari (hindari overtrading)
Kesalahan Umum dalam Entry dan Exit Rules
Menghindari kesalahan adalah bagian dari pembelajaran. Berikut adalah kesalahan yang sering dilakukan trader:
1. FOMO (Fear of Missing Out)
Kesalahan: Entry terburu-buru karena takut ketinggalan momentum, padahal setup belum sempurna.
Solusi:
- Buat checklist entry rules, masuk hanya jika SEMUA terpenuhi
- Ingat: pasar selalu ada opportunity baru besok
- Kehilangan satu opportunity lebih baik daripada rugi karena entry asal
2. Revenge Trading
Kesalahan: Setelah loss, langsung entry lagi untuk “balas dendam” pada pasar.
Solusi:
- Setelah loss, istirahat minimal 1 jam atau 1 hari
- Review dulu apa yang salah
- Jangan trade saat emosi masih negatif
3. Moving Stop Loss
Kesalahan: Ketika harga mendekati stop loss, stop loss dipindah lebih jauh agar tidak kena cut.
Solusi:
- Stop loss adalah kontrak dengan diri sendiri, TIDAK BOLEH diubah
- Jika setup masih valid dan ada alasan teknikal kuat, boleh averaging (bukan pindah SL)
- Disiplin adalah kunci: rules ada untuk melindungi Anda
4. Tidak Ambil Profit
Kesalahan: Sudah profit tapi serakah ingin lebih, akhirnya profit menguap karena harga reverse.
Solusi:
- Gunakan partial exit: ambil profit bertahap
- Trailing stop adalah sahabat terbaik
- Ingat: “Bulls make money, bears make money, pigs get slaughtered”
5. Over-Trading
Kesalahan: Entry terlalu sering tanpa setup yang jelas, hanya karena “gatal” ingin trading.
Solusi:
- Batasi maksimal trade per hari/minggu
- Quality over quantity
- Trader profesional kadang hanya trade 2-3x seminggu, tapi profitable
Psikologi Trading dan Disiplin Menjalankan Rules
Sistem trading terbaik pun tidak berguna jika Anda tidak disiplin menjalankannya. Psikologi adalah 70% dari kesuksesan trading.
Cara Membangun Disiplin Trading
1. Trading Journal
Catat setiap trade dengan detail:
- Date, time, instrument
- Setup yang digunakan
- Entry price, stop loss, take profit
- Reason untuk entry
- Hasil (profit/loss dan %)
- Emosi saat entry dan exit
- Lesson learned
Untuk panduan lengkap, baca: Cara Membuat Trading Journal yang Efektif
2. Backtest dan Forward Test
Sebelum trading live:
- Backtest setup Anda di data historis (minimal 100 sample)
- Forward test di demo account 1-3 bulan
- Baru masuk live trading jika winning rate > 50% dan profit factor > 1.5
3. Automation atau Alert
Kurangi emosi dengan automasi:
- Set alert di TradingView/MT4 ketika setup terpenuhi
- Gunakan order OCO (One Cancels Other) untuk set stop loss dan take profit sekaligus
- Jika memungkinkan, gunakan bot trading untuk eksekusi (setelah strategy tested)
4. Morning Routine
Ritual sebelum trading:
- Review market overview (index, sektor, sentiment)
- Cek watchlist: saham mana yang mendekati setup
- Set risk untuk hari ini (maksimal loss yang bisa diterima)
- Mindset check: apakah kondisi mental siap?
Tanda Anda Sudah Disiplin
โ
Tidak merasa cemas saat posisi floating loss (karena sudah ada stop loss)
โ
Tidak terlalu excited saat profit (tetap stick to plan)
โ
Bisa skip trade jika setup tidak sempurna
โ
Bisa cut loss dengan tenang tanpa menyesal
โ
Tidak membandingkan hasil dengan trader lain
Quotes Inspiratif: “In trading, your worst enemy is yourself. Master your emotions, master the market.” – Unknown Trader
Pelajari lebih lanjut tentang Psikologi Trading: Cara Mengelola Emosi
Indikator Essential
Indikator yang harus dimiliki:
- Moving Average (20, 50, 200) – Identifikasi Trend
- RSI (14) – Overbought/oversold
- MACD (12, 26, 9) – Momentum dan signal
- Volume – Konfirmasi pergerakan
- Support/Resistance – Level psikologis
Pelajari lebih dalam: Panduan Lengkap Moving Average
Advanced indicators (optional):
- Bollinger Bands – Volatility (Panduan Bollinger Bands)
- Fibonacci Retracement – Level pullback (Panduan Fibonacci)
- Ichimoku Cloud – All-in-one system
- Volume Profile – Analisis Distribusi
Alert System
Setup alert di TradingView untuk:
- Harga mencapai level support/resistance
- RSI masuk zona overbought/oversold
- MA crossover (golden cross/death cross)
- Breakout dari range
- Volume spike
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Entry dan Exit Rules
1. Berapa minimal modal untuk mulai trading dengan entry exit rules yang proper?
Untuk trading saham Indonesia, minimal Rp 5-10 juta agar Anda bisa melakukan proper position sizing dan diversifikasi. Dengan modal lebih kecil (Rp 1-3 juta), Anda tetap bisa trading tapi sangat terbatas dalam money management. Untuk forex atau crypto, bisa mulai dari $100-500, namun disarankan minimal $1000 untuk hasil optimal. Yang terpenting bukan besar modal, tapi disiplin dalam menjalankan rules dan tidak over-leverage.
2. Apakah entry dan exit rules yang sama bisa digunakan untuk semua instrumen (saham, forex, crypto)?
Prinsip dasarnya sama (konfirmasi trend, support/resistance, risk-reward ratio), namun perlu penyesuaian untuk setiap instrumen. Saham bergerak lebih lambat, cocok untuk swing trading dengan target 5-10%. Forex lebih volatile, target profit bisa 20-50 pips per trade. Crypto sangat volatile, stop loss harus lebih lebar (3-5%). Timeframe dan indikator juga perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing market.
3. Bagaimana cara tahu apakah entry dan exit rules saya sudah efektif?
Ukur dengan metrik berikut setelah minimal 50-100 trade: Win rate (minimal 50% untuk strategi trend following, 65%+ untuk scalping), Profit Factor (total profit / total loss, minimal 1.5), Average RR Ratio (minimal 1:1.5), dan Maximum Drawdown (maksimal 15-20% dari modal). Jika belum memenuhi, review dan ubah rules Anda. Gunakan trading journal untuk tracking yang akurat.
4. Haruskah saya selalu pakai stop loss? Bagaimana jika trading saham fundamental bagus?
SELALU pakai stop loss, tanpa pengecualian, bahkan untuk saham fundamental bagus. Fundamentals yang bagus tidak menjamin harga tidak akan turun dalam jangka pendek. Banyak contoh saham blue chip yang drop 20-30% karena sentimen pasar atau isu global. Stop loss adalah insurance, Anda berharap tidak perlu, tapi sangat penting ketika dibutuhkan. Untuk investor jangka panjang, gunakan stop loss yang lebih lebar (10-15%) atau trailing stop berbasis weekly chart.
Baca juga: Stop Loss dan Take Profit: Panduan Lengkap
5. Apa yang harus dilakukan jika harga mengalami gap dan melewati stop loss saya?
Kondisi ini disebut slippage, dan umum terjadi saat terjadi gap naik/turun yang ekstrem atau ketika likuiditas rendah. Jika hal ini terjadi:
- Terima kerugian yang lebih besar dari rencana sebagai bagian dari risiko trading. Ini tidak bisa dihindari.
- Jangan melakukan revenge trading atau averaging dengan tujuan โmengejarโ kerugian.
- Evaluasi kembali instrumen yang diperdagangkanโbisa jadi volatilitasnya terlalu tinggi untuk toleransi risiko Anda.
- Pertimbangkan penggunaan guaranteed stop loss (jika broker menyediakannya) atau hindari menahan posisi semalaman pada saham atau kripto yang sangat volatil.
Selain itu, alokasikan buffer 5โ10% dalam money management untuk mengantisipasi risiko slippage.
6. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa konsisten profit dengan aturan entry dan exit?
Berdasarkan pengalaman banyak trader, dibutuhkan sekitar 6 bulan hingga 2 tahun untuk mencapai konsistensi profit. Periode ini umumnya mencakup:
- 2โ3 bulan mempelajari teori dan melakukan backtest
- 3โ6 bulan demo trading untuk mengasah keterampilan
- 6โ12 bulan live trading dengan modal kecil sambil menyempurnakan sistem
- Setelah itu barulah scaling up secara bertahap
Tidak ada jalan pintas. 90% trader yang ingin cepat kaya dalam 1โ2 bulan justru berakhir bangkrut. Bersabarlah, fokus pada proses, bukan hanya pada hasil profit.



